Senin, 24 Oktober 2016

Alga / Ganggang

Ganggang adalah jenis tumbuhan yang mampu menghasil makanan sendiri karena mempunyai klorofil untuk melakukan fotosintesis. Ganggang banyak dijumpai di air tawar, air laut, atau tempat-tempat yang lembab di daratan. Tubuhnya ada yang bersel satu dan ada pula yang bersel banyak. Ganggang yang bersel satu ada yang hidup secara bebas dan ada pula yang hidup berkoloni. Ganggang bersel banyak ada yang berbentuk benang dan ada pula yang berbentuk lembaran. Ganggan berkembang biak secara aseksual dan seksual. Perkembangbiakan secara aseksual antara lain dengan spora atau membelah diri. Adapun perkembangbiakan secara seksual antara lain dengan konjugasi atau pembuahan sel kelamin yang bentuk dan jenisnya belum dapat dibedakan.

Berdasarkan pigmen atau zat warna yang dikandungnya, ganggang dibagi menjadi empat kelas, yaitu ganggan hijau, ganggang merah, ganggang pirang, dan ganggang kersik. Berikut ini masing-masing pembahasannya:

a. Ganggang Hijau (Chlorophyceae)

Ganggang hijau (Chlorophyceae) adalah ganggang yang memiliki zat warna hijau dan kuning atau karoten. Ganggang hijau ada yang hidup secara bebas, ada pula yang berkoloni. Ganggang hijau multiseluler ada yang berbentuk benang, dan ada pula yang berbentuk lembaran. Contoh ganggang hijau antara lain: Spirogyra sp, Chlamydomonas sp, Chlorococcum sp, Ulva lactuta sp, Volvox globator sp, dan Chlorella sp.

b. Ganggang Merah (Rhodophyceae)

Ganggang Merah (Rhodophyceae) selain memiliki klorofil, juga memiliki pigmen fikoeritrin yang berwarna merah. Ganggang merah mempunyai banyak sel dan kebanyakan hidup di laut yang agak dalam. Jenis ganggang merah yang besar menyerupai tumbuhan tingkat tinggi. Eucheuma spinosum merupakan ganggang merah yang dijadikan sebagai bahan pembuat agar-agar.

c. Ganggang Pirang (Phaeophyceae)

Ganggang Pirang (Phaeophyceae) adalah ganggang yang hidup dilaut dan dikenal sebagai rumput laut. Ganggang pirang menyerupai tumbuhan tingkat tinggi, berwarna cokelat kehijau-hijauan, dan panjangnya dapat mencapai 20 meter. Pada tubuhnya terdapat kantong-kantong udara yang berfungsi untuk menegakkan tubuhnya supaya terapung. Ganggang pirang mengandung asam alginat yang dapat dimanfaatkan oleh industri tekstil dan obat-obatan. Contoh ganggang ini adalah Sargassum sp, dan Turbinaria sp.

d. Ganggang Kersik (Chrysophyceae)

Ganggang Kersik (Chrysophytaceae) adalah ganggang yang bersel satu dan hidup di laut. Tumbuhan ini merupakan bagian penting dari fitoplankton yang menjadi makanan utama dalam kehidupan laut. DInding selnya mengandung silikat (kersik). Bangkai ganggang kersik mengendap di dasar laut dan membentuk lapisan tanah yang disebut diatomae. Kegunaan ganggang kersik bagi manusia, antara lain: sebagai penyekat (isolasi) untuk menahan panas, sebagai alat penggosok barang-barang dari logam, dan bahan isolator dinamit.

Permainan Tradisional "EGRANG"

Permainan Engrang sudah tidak asing lagi didengar oleh masyarakat luas. Sebab sejak dahulu permainan ini sering dimainkan oleh anak-anak atau remaja-remaja tanggung. Permainan tradisional ini memang tak hanya ada di satu daerah saja, masing-masing daerah mermiliki permainan seperti ini, tetapi bukan Engrang namanya, setiap daerah memiliki nama masing-masing.
Permainan yang bahan dasarnya kayu sepanjang dua meter, dan ukuran besar kayu nya sebesar lengan orang dewasa. Permainan egrang dapat dikategorikan sebagai permainan anak-anak. Pada umumnya permainan ini dilakukan dilakukan oleh anak laki-laki yang berusia 7-13 tahun. Jumlah pemainnya 2-6 orang.Namun sangat disayangkan seiring perkembangan zaman permainan ini sudah hamper punah karena perkembangan teknologi yang sudah canggih.

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah
Pada zaman sekarang ini permainan tradisional bukanlah hal yang menarik untuk dilakukan pada masa-masa kanak-kanak anak di zaman sekarang. Karena seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat berkembang terutama dibidang teknologi yang sekarang ini menggantikan segala sesuatu yang tradisional menjadi modern. Anak-anak zaman sekarang lebih tertarik untuk memainkan permainan menggunakan gadget atau permainan modern lainnya, yang akan menimbulkan anak-anak tersebut asik bermain sendiri dengan gadget yang mereka pegang yang menyebabkan anak tersebut kurang bersosialisasi dengan anak-anak disekitarnya . Berbeda dengan anak-anak zaman dahulu yang memainkan permainan tradisional mereka bermain berbaur dengan anak-anak disekitar tempat tinggalnya sehingga anak-anak zaman dahulu lebih gampang untuk bersosialisasi dengan lingkungan maupun orang baru.

1.2 Batasan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka permasalahan akan dibatasi hanya pada :
1. Tata Cara permainan tradisional Engrang
2. Manfaat apa yang di dapat oleh tubuh kita dari permainan Engrang
3. Alat-alat yang diperlukan dalam permainan Engrang

1.3 Rumusan Masalah
Berdasarkan batasan masalah dia atas, maka rumusan masalah dalam makalah ini adalah sebagai berikut.
1. Bagaimana Tata Cara permainan Engrang?
2. Apa saja manfaat yang di dapat dari Permainan Engrang?
3. Apa saja alat-alat yang dibutuhkan dalam melakukan permainan Engrang?

1.4 Tujuan
Adapun tujuannya adalah :
1. Mengetahui tata cara Permainan Tradisional
2. Mengetahui manfaat yang di dapat dari Permainan Engrang
3. Mengetahui alat-alat yang dibutuhkan dalam Permainan Engrang

1.5 Manfaat
Manfaat yang diharapkan setelah menulis makalah ini adalah sebagai berikut:
1. Bagi peneliti, makalah ini bisa membantu untuk mengetahui tentang Permainan Tradisional Engrang
2. Bagi anak-anak, makalah ini bisa mendorong agar tetap melestarikan permainan Tradisional
3. Bagi Dosen Olahraga, makalah ini bisa memberikan Informasi-Informasi yang lebih tentang Permainan Tradisional Engrang

BAB II
ISI

2.1 Sejarah dan Pengertian Permainan Engrang
Egrang adalah permainan tradisional Indonesia yang belum diketahui secara pasti dari mana asalnya, tetapi dapat dijumpai di berbagai daerah dengan nama berbeda-beda seperti: sebagian wilayah Sumatera Barat dengan nama Tengkak-tengkak dari kata Tengkak (pincang), Ingkau yang dalam bahasa Bengkulu berarti sepatu bambu dan di Jawa Tengah dengan nama Jangkungan yang berasal dari nama burung berkaki panjang. Egrang sendiri berasal dari bahasa Lampung yang berarti terompah pancung yang terbuat dari bambu bulat panjang. Dalam bahasa Banjar di Kalimantan Selatan disebut batungkau.
Egrang adalah alat permainan tradisional yang terbuat dari 2 batang bambu dengan ukuran selengan orang dewasa, sedangkan untuk tumpuan bawah bambunya agak besar. Permainan ini sudah tidak asing lagi, mekipun di berbagai daerah di kenal dengan nama yang berbeda beda. saat ini juga sudah mulai sulit di temukan, baik di desa maupun di kota, Permainan Egrang sendiri sudah ada sejak dahulu kala dan merupakan permainan yang membutuhkan ketrampilan dan keseimbangan tubuh. Egrang terbu

Senin, 03 Oktober 2016

upload video

My Hobbies

Hiii

kali ini gw bakal ngasih tahu hobbi gue, sebenernya banyak hobbi gue, tapi kali ini gw hanya ngasih tau 3 aja


ok hobi gw yang pertama yaitu nonton anime, entah sudah berapa puluh seri yg sudah tamat ataupun yg maisih jalan, mulai genre action, romance,drama, thriller, hingga ecchi semua sudah gw tonton




selanjutnya hobbi gw yg kedua yaitu main game, berbagai genre dan platform gw mainin dr game nintendo, android,java,psp,ps1,ps2, dan pc dan genre action,simulation,sport dll,.. namun dr semua genre gw paling suka dg genre simulation seperti harvestmoon contohnya



dan hobby gw yang terakhir yaitu membaca, emang gak terlalu sering seperti kedua hobbi diatas tapi seenggaknya tiap hari gw sempetin buat baca entah itu baca buku pelkajaran,artikel,komik dll




ok, sekian dulu postingan gw kali ini, sampai jumpa di next post

Senin, 19 September 2016

VIRUS

Assalamualaikum Wr Wb

pada kesempatan kali ini gw mau ngasih info tentang virus, oke langsung aja bro



Virus adalah parasit mikroskopik yang menginfeksi sel organisme biologis. Virus bersifat parasit obligat, hal tersebut disebabkan karena virus hanya dapat bereproduksi di dalam material hidup dengan menginvasi dan memanfaatkan sel makhluk hidup karena virus tidak memiliki perlengkapan seluler untuk bereproduksi sendiri. Biasanya virus mengandung sejumlah kecil asam nukleat (DNA atau RNA, tetapi tidak kombinasi keduanya) yang diselubungi semacam bahan pelindung yang terdiri atas proteinlipidglikoprotein, atau kombinasi ketiganya. Genom virus akan diekspresikan menjadi baik protein yang digunakan untuk memuat bahan genetik maupun protein yang dibutuhkan dalam daur hidupnya.
Istilah virus biasanya merujuk pada partikel-partikel yang menginfeksi sel-sel eukariota (organisme multisel dan banyak jenis organisme sel tunggal), sementara istilah bakteriofag atau fag digunakan untuk jenis yang menyerang jenis-jenis sel prokariota (bakteri dan organisme lain yang tidak berinti sel).
Virus sering diperdebatkan statusnya sebagai makhluk hidup karena ia tidak dapat menjalankan fungsi biologisnya secara bebas jika tidak berada dalam sel inang. Karena karakteristik khasnya ini virus selalu terasosiasi dengan penyakit tertentu, baik pada manusia (misalnya virus influenza dan HIV), hewan (misalnya virus flu burung), atau tanaman (misalnya virus mosaik tembakau/TMV)

Struktur[sunting | sunting sumber]

Model skematik virus berkapsid heliks (virus mosaik tembakau): 1. asam nukleat (RNA), 2. kapsomer, 3. kapsid.
Virus adalah organisme subseluler yang karena ukurannya sangat kecil, hanya dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop elektron. Ukurannya lebih kecil daripada bakteri sehingga virus tidak dapat disaring dengan penyaring bakteri. Virus terkecil berdiameter hanya 20 nm (lebih kecil daripada ribosom), sedangkan virus terbesar sekalipun sukar dilihat dengan mikroskop cahaya.[9]
Genom virus dapat berupa DNA ataupun RNA.[10] Genom virus dapat terdiri dari DNA untai ganda, DNA untai tunggal, RNA untai ganda, atau RNA untai tunggal.[10] Selain itu, asam nukleat genom virus dapat berbentuk linear tunggal atau sirkuler.[10] Jumlah gen virus bervariasi dari empat untuk yang terkecil sampai dengan beberapa ratus untuk yang terbesar.[9][10] Bahan genetik kebanyakan virus hewan dan manusia berupa DNA, dan pada virus tumbuhan kebanyakan adalah RNA yang beruntai tunggal.[10]
Bahan genetik virus diselubungi oleh suatu lapisan pelindung.[10] Protein yang menjadi lapisan pelindung tersebut disebut kapsid.[10]Bergantung pada tipe virusnya, kapsid bisa berbentuk bulat (sferik), heliks, polihedral, atau bentuk yang lebih kompleks dan terdiri atas protein yang disandikan oleh genom virus.[10] Kapsid terbentuk dari banyak subunit protein yang disebut kapsomer.[9][10]
Bakteriofagterdiri dari kepala polihedral berisi asam nukleat dan ekor untuk menginfeksi inang.
Untuk virus berbentuk heliks, protein kapsid (biasanya disebut protein nukleokapsid) terikat langsung dengan genom virus.[11] Misalnya, pada virus campak, setiap protein nukleokapsid terhubung dengan enam basa RNA membentuk heliks sepanjang sekitar 1,3 mikrometer.[11] Komposisi kompleks protein dan asam nukleat ini disebut nukleokapsid.[11] Pada virus campak, nukleokapsid ini diselubungi oleh lapisan lipid yang didapatkan dari sel inang, dan glikoprotein yang disandikan oleh virus melekat pada selubung lipid tersebut.[11] Bagian-bagian ini berfungsi dalam pengikatan pada dan pemasukan ke sel inang pada awal infeksi.[11]
Virus cacar air memiliki selubung virus.
Kapsid virus sferik menyelubungi genom virus secara keseluruhan dan tidak terlalu berikatan dengan asam nukleat seperti virus heliks.[12] Struktur ini bisa bervariasi dari ukuran 20 nanometer hingga 400 nanometer dan terdiri atas protein virus yang tersusun dalam bentuk simetri ikosahedral.[12] Jumlah protein yang dibutuhkan untuk membentuk kapsid virus sferik ditentukan dengan koefisien T, yaitu sekitar 60t protein.[12] Sebagai contoh, virus hepatitis B memiliki angka T=4, butuh 240 protein untuk membentuk kapsid.[12] Seperti virus bentuk heliks, kapsid sebagian jenis virus sferik dapat diselubungi lapisan lipid, namun biasanya protein kapsid sendiri langsung terlibat dalam penginfeksian sel.[12]
Beberapa jenis virus memiliki unsur tambahan yang membantunya menginfeksi inang.Virus pada hewan memiliki selubung virus, yaitu membran menyelubungi kapsid.[13] Selubung ini mengandung fosfolipid dan protein dari sel inang, tetapi juga mengandung protein dan glikoprotein yang berasal dari virus.[13] Selain protein selubung dan protein kapsid, virus juga membawa beberapa molekul enzim di dalam kapsidnya. Ada pula beberapa jenis bakteriofag yang memiliki ekor protein yang melekat pada "kepala" kapsid. Serabut-serabut ekor tersebut digunakan oleh fag untuk menempel pada suatu bakteri.[14] Partikel lengkap virus disebut virion. Virion berfungsi sebagai alat transportasi gen, sedangkan komponen selubung dan kapsid bertanggung jawab dalam mekanisme penginfeksian sel inang.[14]



sekian dulu postingan dr gue, semoga infonya bermanfaat, terima kasih
]
Wasalamualaikum Wr Wb




story today

hari ini gw seneng banget, soalnya 6 jam freeclass ulululullulululululu

kimia gurunya ga masuk
fisika gurunya ga masuk
b.inggris guru masuk, abis itu keluar lagi
dan di jam terakhir TIK disuruh bikin blog,

untungnya komputer di bangku bgw ga rusak, jadi kasihan sama temen sebelah yang komputernya rusak, jadi gabiusa ngeblog

oh ya tik juga dikasih tugas buat nulis cerita hari ini di blog, katanya makin panjang tulisannya makin bagus, tapi gw bingung mau nulis apaan, jadi ya terpaksa gw nulis tulisan gajelas kayak gini, wkwkwk

Perkenalan

Assalamu alaikum Wr Wb


hi bro, kenalin blog baru gue, semoga betah mampir di blog yang sederhana ini..

Wassalamualaiku Wr Wb